Nostalgia
Di suatu siang, di sebuah ruang kelas suatu universitas. Sebut saja Universitas Bulaksumur (UB). Di ruang tersebut sedang diselenggarakan aktifitas belajar mengajar dan sebut saja mata kuliah yang diselenggarakan adalah Pengantar Indahnya Indonesia (PII). Setelah matakuliah berjalan sekitar 10 menit, tiba-tiba ada seorang mahasiswa semester paling tua (berdasar ukuran semester normal) memasuki ruang perkuliahan dengan wajah cerah tanpa perasaan bersalah. Dengan tanpa sedikitpun rasa jumawa menodai hatinya walaupun sudah menyandang predikat senior di mata mahasiswa peserta kuliah yang lain, ia pun bersiap mengambil tempat duduk.
(*suasana gaduh oleh mahasiswa yang berdiskusi*)
dosen(D) : Loh..?!!! ngapain kamu di sini? (dengan lantang)
(*suasana hening…dan semua mata di ruang itu serentak menatap tajam sang mahasiswa*)
(*sorotan mata mereka seolah ingin menguliti hidup-hidup mahasiswa yang belum sempat duduk itu*)
mahasiswa senior(MS): …mmmm…. NOSTALGIA pak..(dengan tak kalah lantang)
D: ooo..saya senang sekali kamu ikut kuliah saya lagi
(*sang dosen pun menghadap papan tulis dan mulai menggambar sesuatu*)
(*mahasiswa tadi duduk dengan tenang tanpa firasat apapun*)
D: kamu yang baru saja datang..sekarang blok diagram ini namanya apa?(*seraya menunjuk sebuah diagram close loop control system*)
MS: …mmm..????@#$&*&*_ (*otak yang lemot mulai berusaha membuka sisa-sisa memori semeter lalu yang dia sendiri tidak tahu apakah semester lalu masih meninggalkan sisa di otaknya*)
MS: tidak tahu pak!!!!
D: BERARTI KAMU DI SINI NGULANG YA??!!!!!!
MS: ……mMm…(terdiam seribu bahasa, jiwanya merasa dunia seolah bergolak dan langit-langi beserta genting-genting diruangan itu berjatuhan diatas kepalanya)
(*suasana tenang dan kondusif tadi pecah dengan gelak tawa yang membahana*)
Pesan moral: jangan biarkan dirimu menjadi seorang publik figur, hingga dosen pun mengenal, sehingga proses infiltrasi dalam kelas dalam rangka NOSTALGIA dapat berjalan tanpa gangguan faktor X.
Tinjauan Sains: dengan rumus fisika kita dapat menggambarkan bagaimana tekanan yang dirasakan si MS. Dengan rumus dasar tekanan:
P = F/A
P = tekanan
F = gaya
A = luas permukaan
Dari rumus diatas apa bila P dianalogikan sebagai tekanan di kepala MS, F adalah kekuatan tawa dari ruang kelas dan A adalah luasnya cara pandang MS terhadap sebuah masalah. maka dapat diambil kesimpulan bahwa semakin banyak yang tertawa dan semakin keras mereka tertawa akan semakin menambah tekanan di kepala si MS.Dan seperti yang saya ketahui bahwa cara pandang si MS begitu sempit, sehingga tekanan yang diterima kepalanya lebih besar dari manusia normal.
Hehehe… mungkin dari rumus itulah muncul istilah “tekanan fikiran”, “tekanan batin” dan mungkin panjenengan sekalian mau mencoba membuat “tekanan” pada obyek-obyek yang lain??? >:)
Solusi: Dari analogi di atas, variabel yang bisa kita kendalikan adalah A (luas permukaan). jadi apa bila kita merasa tertekan, perbesarlah nilai dari A. Jika yang tertekan adalah pikiran kita, coba perluas cara pandang kita, dan apa bila yang tertekan adalah batin kita, maka lapangkan hati kita. Dengan begitu tekanan yang kita terima akan semakin kecil (kecuali nilai F naik).
*catatan:
1. jangan berfikitan kalau si MS adalah dipto.
2. jangan jadikan tulisan ini sebagai referensi tugas akhir
February 15th, 2008 at 4:28 pm
:)) :)) :)) kudune koe pas arep mlebu kelas brubah sek dadi kesatria baja hitam…..
February 15th, 2008 at 6:59 pm
Saya tidak berpikir MS adalah Dipto, tapi saya yakin!
February 15th, 2008 at 8:13 pm
jamputt…
sopo kui si MS??
wakakaka
February 16th, 2008 at 10:46 am
Emang MS ki cah ndi tho??
February 16th, 2008 at 10:59 am
G ngerasa wis dadi mahasiswa akhir, sih ngulang maneh :((
Tp raiku kok koyok cah wingi sore yo :p
February 16th, 2008 at 2:21 pm
sepakat sama Goen !
tapi sepertinya, hanya Baginda You Know Who saja yg faham dengan postingan anda ini (…. pernah mengikuti Olympiade matematika…..)
berarti, anda salah satu sahabat kental beliau?
*menjura*
.::he509xâ„¢::.
February 16th, 2008 at 3:35 pm
wah sumpah keren iki kang
ngga nyangka tulisan ini dari sampeyan :D:D
rumus itu harus di tm kan .. . sampeyan penemu
nda peduli walopun sampeyan mengulang mata kuliah
February 16th, 2008 at 3:37 pm
Namanya juga nostalgia, dialog “MS: tidak tahu pak!!!!” kan sama persis dengan jawaban semester kemarin
February 16th, 2008 at 3:39 pm
MS itu cuma nama samaran, 68% kemungkinan itu adalah yang buat blog ini..(a.k.a Dipto)
February 16th, 2008 at 5:19 pm
Dosen : “…saya senang anda masuk kelas saya lagi..”
MS : “…saya tidak pak..”
Dosen : “sama dengan saya, cuman mau nyenegin situ aja..”
February 17th, 2008 at 2:07 am
berfikitan, apa itu… hehehehe… saya 68% yakinnya kalo itu dipto
February 17th, 2008 at 9:09 am
wah koq banyak yang menanyakan hal yang retoris??
kan udah pada tau kan, kalo MS itu… bukan Muhammad Samroni
February 17th, 2008 at 11:03 am
lo… dasar nya si senior tuh ga mau lulus kuliah… jadinya maish nyaman menyandang titel mahasiswa
February 18th, 2008 at 12:04 pm
OOO ini blog barunya si kuman to…???
yah kan masih sama yang kemarin alamat webnya..?
piye to nang iki sing bener sing endi ? meh mgeaad binggung…
February 19th, 2008 at 2:57 pm
halah…ngaku wae dipt…
February 19th, 2008 at 8:05 pm
bukan dipto djatmiko tapi mipto satmiko? *halah*
February 20th, 2008 at 4:46 pm
kpan kowe dolan rene .. nggo susu shi jack
February 20th, 2008 at 5:27 pm
Guyon khas “akademisi”…..kudu nganggo rumus yo Kang???
(*salam kenal*)
February 21st, 2008 at 2:27 am
MS = Mipto Sjatmiko
hayoooo… betul toh
February 22nd, 2008 at 2:47 pm
menurut investigasi Bayu Edogawa lagi……
MS = Mas SingjogoSIC = Sing duwe blog iki
February 23rd, 2008 at 4:46 pm
Weleh weleh weleh…ade ade dogen ne nok…bise dogen ngae asumsi ane masuk akal…tapi beneh sajaan ento…nyemak jurusan ape di kuliah bro…fisika ooo? adi dueg ngae asumsi keto? sajaan salut rage nok…
nah, salam kenal dogenan
Raptor
February 24th, 2008 at 4:12 pm
hahaa….
MS= dipto
ngaku!!!
February 28th, 2008 at 7:54 pm
bar ngomyang terus ngilang .. hekekeke
March 5th, 2008 at 12:59 pm
hahaha..
untung aku perbaikan aja g ampe ngulang:P
March 10th, 2008 at 1:24 pm
**nutup muka nahan malu**
March 27th, 2008 at 4:58 pm
halah…ternyata..
MS.. : Mas Sipto.. mekso.
March 30th, 2008 at 4:42 am
wah…

koyone yo kang dipto iki..
April 23rd, 2008 at 1:18 pm
MS?
Mesti Sampeyan ho’o to?
July 13th, 2010 at 11:39 pm
wah… curhat mas…
Pesan moral: jangan biarkan dirimu menjadi seorang publik figur, hingga dosen pun mengenal, sehingga proses infiltrasi dalam kelas dalam rangka NOSTALGIA dapat berjalan tanpa gangguan faktor X.
nais!
MS: mase singnulis